Masuk IPDN 100% bebas KKN!!! Jangan Percaya dengan Iming-Iming Calo

Rabu, 28 Agustus 2013

TIPS DAN TRIK LULUS IPDN

Sebelum memulai untuk mendaftar masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN, luruskan niat untuk menjadi Praja IPDN, bukan semata-mata untuk mengejar status PNS tapi juga sebagai Pamong Praja (Pelayan Masyarakat). Usahakan selalu aktif mencari tahu kapan jadwal tes IPDN dimulai. Hal ini karena tidak semua Pemda mengumumkan secara terbuka jadwal penerimaan calon praja. Informasi dapat di dapat di kantor BKD (Badan Kepegawaian Daerah) setempat. Lengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan. Kalau perlu teliti kembali semua berkas-berkas yang telah disusun. Terus ikuti perkembangan tes nya. Karena tes nya terdiri dari lima tahapan tes di daerah(administrasi, Tes Psikotes integritas dan kejujuran/TPIK, kesamaptaan, kesehatan, dan Tes Kemampuan Dasar/TKD) dan satu tahap terakhir yang dilaksanakan di Jatinangor (Pantukhir). Jangan sampai ada tes yang terlewat karena tes nya memakai sitem gugur. Intinya sering-sering mencari informasi ke BKD. 

Ada beberapa Tips dan Trik yang mungkin dapat menjadi suatu masukan agar persiapan para calon praja menjadi terarah, antara lain:

a)    Tes Administrasi.
Lengkapi secepatnya semua persyaratan yang diminta. Makin awal melengkapi makin baik. Hal ini untuk menghindari ramainya peminat lain yang mengurus hal yang sama di kantor yang sama. Selain itu hal ini untuk mengantisipasi jika ada berkas yang salah kita masih mempunyai waktu untuk memperbaikinya.

b)    Tes Psikologi (Psikotes)
Tes Psikologi ini biasanya dilaksanakan di ibukota Provinsi. Saran penulis jauh-jauh hari sebelum hari H calon praja membiasakan untuk membahas soal-soal psikotes yang banyak dijual di toko buku. Guna nya bukan supaya IQ kita langsung naik drastis tapi agar kita familiar dengan soal-soal psikotes tersebut sehingga kita memiliki tingkat kepercayaan diri ketika mengerjakannya.
Bagi capra yang rumahnya jauh dari ibukota provinsi hal penting yang perlu dipersiapkan yaitu keberadaan kita di lokasi tes sebaiknya beberapa hari sebelum tes dilaksanakan agar kondisi badan tetap fit ketika tes berlangsung.
Ketika tes berlangsung pastikan anda mematuhi waktu mengerjakannya. Patuhi juga aturannya. Jangan mencontek (masak calon kader gak jujur?)

c)    Tes Kesamaptaan
Tes Kesamaptaan yaitu tes ketahanan dan kekuatan fisik. Tes kesamaptaan terdiri dari dua jenis, yaitu kesamaptaan A dan kesamaptaan B. Tes Kesamaptaan A yaitu Lari keliling Lapangan Bola selama 12 menit. Untuk capra putra usahakan minimal terlewati 6 putaran dan untuk putri usahakan minimal 5 putaran. Tes kesamaptaan B terdiri dari Push Up (Usahakan Minimal 30 kali), Sit Up (usahakan Minimal 30), Pull up (minimal 4 kali), dan shuttle Run/ lari membentuk angka delapan sebanyak tiga putaran (minimal 19 detik). Sebelum tes Samapta berlangsung hendaknya jauh-jauh hari latihan fisik yang teratur kalau perlu didampingi instruktur (malahan ada yang membuka les privat lho). Tapi jika kondisi keuangan tidak memungkinkan tidak perlu dipaksakan untuk memakai instruktur. Cukup mengerti teknik yang benar saja, selanjutnya berlatihlah secara mandiri.
Ketika hari H sudah semakin dekat hentikan latihan-latihan berat, cukup latihan ringan seperti lari-lari kecil saja dan perbanyak konsumsi multivitamin dan buah-buahan.
d)    Tes Kesehatan
Tes Kesehatan biasannya dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah. Bagian-bagian yang di cek adalah mata ( maksimal Plus Minus 1,0), gigi ( tidak boleh memakai kawat, kalau ada gigi yang berlubang ditambal ataupun jika sudah terlalu parah sebaiknya dicabut). Tinggi badan untuk pria min. 160 cm, untuk wanita 155 cm. selanjutnya pemeriksaan darah, kelamin, THT, jantung, paru-paru, dan organ-organ dalam lainnya.

e)    Tes Akademik
Tes Akademik merupakan tes terakhir yang dilaksanakan di daerah. Tes Akademik dilaksanakan di ibukota provinsi. Materi yang diujikan yaitu Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kewarganegaraan. Tes berbentuk pilihan ganda. Tidak ada sistim minus. Jadi usahakan lembar jawaban terisi semua. Setelah anda lulus dalam tes ini maka kesempatan anda diterima sebagai praja IPDN sudah semakin besar.

f)     Pantukhir ( Penentuan Akhir)
Pantukhir yaitu tes terakhir yang dilakukan di kampus IPDN pusat di Jatinangor, Jawa Barat. Tes yang diberikan yaitu Kesamaptaan, kesehatan, dan tes wawancara. Untuk kesamaptaan dan kesehatan tolak ukur nya sama dengan yang dilaksanakan di daerah. Khusus untuk tes wawancara ada beberapa tips yang sekiranya perlu diperhatikan antara lain bersikap tegas dan tegap ketika ditanya. ketika di suruh menjawab pertannyaan jawablah langsung pada intinya (Praja biasa menyebutnya dengan istilah Jangan Banyak Penjabaran). Tidak ada standar pertannyaan apa saja yang ditanyakan. Tapi berdasarkan pengalaman yang ditanyakan seperti nama-nama menteri, pancasila, menyanyikan lagu wajib, memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris, atau apa saja yang terlintas dipikiran penanya. Kalau saya dulu yang ditanyakan yaitu berat dan tinggi badan serta NEM. Tapi jangan salah banyak juga calon praja yang gugupnya luar biasa sehingga ditanya nama orang tua saja lupa. Maklum saja yang tim penanya terdiri dari Sekjen, dirjen, irjen, dan orang-orang yang berada di tataran top level Kementerian Dalam Negeri. Saran saya sebelum wawancara bangun dulu mental dan kepercayaan diri seperti berlatih berbicara di depan cermin dan sebagainya.

Setelah semua tes dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tunggulah hasil tes nya dengan sabar. Berdoalah kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan hasil terbaik. Bagi yang lulus selamat menjadi Praja IPDN akan tetapi bagi yang BELUM lulus semoga bersabar karena tahun depan gerbang Kesatrian IPDN masih terbuka lebar. 
Jangan percaya bila ada yang menjanjikan cara cepat untuk lulus yaitu melalui “Lewat Jendela”  jika anda atau orang tua anda bisa mengurusnya. Terserah aja. Namun cara itu hanya untuk orang-orang yang tidak takut dengan hukum (KPK) dan terutama Tuhan serta mau merebut hak satu calon praja lain yang seharusnya lulus.

Jumat, 23 Agustus 2013

TES CALON PRAJA IPDN

IPDN adalah salah satu sekolah kedinasan yang menjadi salah satu favorit di Indonesia. Untuk dapat diterima di sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri  ini tentunya tidaklah mudah.
Tahun 2013 ini IPDN melakukan perubahan besar dalam pelaksanaan materi tes seleksi untuk penerimaan Calon Praja IPDN. Perubahan tersebut terjadi pada porsi materi soal yang akan diujikan dan beberapa tahapan seleksi yang ikut melibatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

I.           TAHAPAN SELEKSI
Tahapan Seleksi Penerimaan CPNS Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2013/2014 menggunakan SISTEM GUGUR, meliputi:
a.   Seleksi Administrasi;
b. Tes Psikologi dengan penambahan sub item Tes Integritas dan Kejujuran;
c.   Tes Kesehatan;
d.   Tes Kesamaptaan/Jasmani;
e.   Tes Kompetensi Dasar (TKD);
f.    Cek Ulang Kesehatan;
g.   Cek Ulang Kesamaptaan/Jasmani; dan
h.   Wawancara Penentuan Akhir (Pantukhir).

Kedelapan tahapan seleksi tersebut melibatkan beberapa lembaga-lembaga pemerintah. Baik di tingkat kabupaten/Kota, tingkat Provinsi, Tingkat kementerian dan lembaga lainnya.


  • -    Seleksi Administrasi dilakukan oleh lembaga Pemerintah Kabupaten/ Kota, dalam hal ini kantor/Badan Kepegawaian Daerah kabupaten/kota masing masing.
  • - Tes Psikologi dengan penambahan sub item Tes Integritas dan Kejujuran di laksanakan oleh Dinas Psikologi Angkatan Darat dan pelaksanaannya di lakukan di Provinsi masing-masing.
  • -    Tes Kesehatan dan Tes Kesamaptaan/Jasmani dilakukan oleh pemerintah provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi yang bekerjasama dengan Pihak TNI/Polri di wilayah masing-masing
  • -  Tes Kompetensi Dasar (TKD) dilaksanakan pada pemerintah tingkat provinsi masing-masing.
  • - Cek Ulang Kesehatan dan Cek Ulang Kesamaptaan/Jasmani serta Wawancara Penentuan Akhir (Pantukhir) dilaksanakan di IPDN Jatinangor


II.        MATERI TES KOMPETENSI (TKD)
Khusus untuk Materi Tes Kompetensi Dasar (TKD), yang dilakukan untuk mengukur kecerdasan majemuk (multiple intelligences) CPNS Calon Praja IPDN, disiapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU); dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).


1.    Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Tes Karakteristik Pribadi atau sering disebut dengan Tes Skala Kematangan adalah sebuah tes psikologi yang mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu. Dalam Ilmu Psikologi, tes ini merupakan adaptasi dari Maturity Test atau Test of Adultness. Adapun materi yang diujikan pada umumnya menekankan pada aspek-aspek kedewasaan tertentu yang paling dibutuhkan oleh seorang profesional.
Aspek kedewasaan yang sering diujikan dalam tes ini adalah :
Aspek kepercayaan diri
Aspek toleransi
Aspek kepedulian lingkungan
Aspek semangat berprestasi
Aspek inisiatif
Aspek kreatifitas kerja
Aspek efisiensi cara kerja
Aspek integritas
Aspek kejujuran
Aspek tanggung jawab
Aspek kemampuan beradaptasi
Aspek pengendalian diri
Aspek ketekunan
Aspek penghargaan terhadap orang lain
Aspek ketegasan

Contoh soal tes skala kematangan atau Tes Karakteristik Pribadi adalah sebagai berikut :

Ketika saya mengalami kesalahpahaman dengan teman sejawat, maka saya:
A. Berusaha mencari informasi permasalahan yang sebenarnya
B. Mengabulkannya hal itu hanya masalah kecil
C. Tetap tenang dan yakin menyelesaikannya
D. Bingung sehingga saya tidak dapat tidur
E. Merasa takut akan kehilangan teman
Sahabat ayah saya tiba-tiba masuk rumah sakit terkena serangan jantung. Saya akan :
A. Menemaninya untuk memberi dukungan
B. Ikut bersedih dan terus memikirkannya
C. Berusaha untuk tidak memikirkannya
D. Menghibur semampu saya
E. Tetap melanjutkan kegiatan saya

Suatu saat saya dan teman masing-masing mengendarai sepeda motor sampai perempatan jalan tiba-tiba lampu merah menyala, tetapi teman saya mengajak untuk terus maju, maka saya :
A. Berhenti ketika sudah melaju sampai batas marka jalan
B. Berhenti meskipun mengajak terus
C. Tanpa pikir panjang mengikuti ajakan teman
D. Berhenti mesikipun teman terus melaju
E. Terus jalan mengikuti kendaraan lain

Dalam soal biasanya diberikan soal-soal penjebak yang memungkinkan penguji (sang pembuat soal) tahu kondisi Anda saat mengerjakan, apakah Anda menjawab asal-asalan, apakah anda menjawab dengan tidak jujur, atau mungkin anda menjawab dengan hanya memilih yang menurut anda baik-baik saja. Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan pada Tes Karakteristik Pribadi biasanya akan berulang-uland di nomor-nomor berikutnya dengan redaksi yang berbeda namun punya makna yang sama, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan anda. Jadi kerjakanlah dengan jujur sesuai dengan hati nurani anda.
Jangan sampai jawaban anda didasarkan pada apa yang anda sukai. Intinya adalah “Jadilah Dirimu Sendiri”. Sehingga kepribadian disini bukanlah berarti jawaban anda Benar atau Salah. Jawaban yang anda berikan merupakan gambaran atas diri anda yang sebenarnya.
Ketika anda membaca soal dan melihat jawabannya, langsung tentukan saja mana jawaban yang kira-kira paling mendekati, dan tidak usah atau tidak perlu dipikir lagi. Semakin anda pikir malah hasilnya tidak sesuai dengan kepribadian anda sesungguhnya. Tidak usah memikirkan ini baik atau buruk ataupun benar atau salah jawaban anda, yang jelas kerjakan saja sesuai kondisi anda sebenarnya.
Sekali lagi ingat  Tes Karakteristik Pribadi ini bukan tentang Benar atau Salah. Tetapi tes ini sebenarnya ingin menilai seperti apa karakteristik pribadi anda.
Setelah anda membaca artikel tentang Tes Karakteristik Pribadi ini tentu anda akan berpikir ternyata soal ini sangat mudah untuk dikerjakan !!! Jangan salah dahulu, kalau hanya mengerjakan 20-30 soal tentu masih mudah dan tidak membuat otak kita panas tetapi coba anda mengerjakan 100 soal Tes Karakteristik Pribadi karena biasanya jumlah Tes Karakteristik Pribadi ini berjumlah sekitar 80 hingga 100 soal.


2.    Tes Intelegensi Umum (TIU) IPDN 2013
Tes ini sering disebut dengan Tes Potensi Akademik atau juga Tes Bakat Skolastik. Tes intelegensia umum merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan intelektual atau akademis seseorang agar memenuhi standar yang ditentukan oleh lembaga tertentu.
Dalam tes intelegensia umum ini melibatkan tes verbal dan non verbal. Tes verbal fokusnya lebih ke arah tes kebahasaan, sedangkan tes non verbal lebih kepada hal-hal yang berbau angka-angka dan penalaran. Intinya, angka, penalaran dan bahasa merupakan bagian dari tes ini.
Setelah anda menyelesaikan tes ini anda akan memperoleh nilai dari serangkaian tes yang telah anda jalani. Nilai inilah yang akan menunjukan tingkat kecerdasan anda.
Ragam dari Tes Intelegensia Umum ini adalah :
a.    Kemampuan Numerik terdiri dari :
·         Tes Deret/Irama Bilangan/ Matematika Berpola
·         Tes Aritmatika Dasar dan Kemampuan Teknikal
·         Tes Kecepatan Berhitung
·         Kemampuan Kuantitatif
b.    Kemampuan Verbal terdiri dari :
·         Tes Sinonim / Persamaan Kata
·         Tes Antonim / Lawan Kata
·         Tes Analogi (Korelasi Makna)
·         Tes Pemahaman Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
c.     Kemampuan Penalaran terdiri dari :
·         Tes Penalaran Logis
·         Tes Penalaran Analitis
·         Tes Penalaran Spasial Gambar
Untuk Tes Seleksi IPDN Tahun 2013 ini Tes Intelegensia Umum mendapat porsi 20 %, dengan porsi yang hanya 20% tersebut dan dengan banyaknya materi yang harus dipelajari tentu akan menjadi kesulitan tersendiri bagi para calon peserta Tes Seleksi IPDN 2013 ini.
Maka dari itu satu-satunya jalan adalah anda harus sering-sering banyak berlatih mengerjakan soal-soal dengan materi yang telah disampaikan diatas.


3.   Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Materi Soal Tes Wawasan Kebangsaan IPDN 2013 - Dalam tes ini anda akan diuji pengetahuan anda perihal hal-hal yang terkait dengan wawasan kebangsaan. Sebenarnya materi dalam tes ini jarang sekali berubah dan bisa dibilang hanya itu – itu saja. Namun walaupun begitu anda pun harus mengetahui materi apa yang sering diujikan.
Materi Tes Wawasan Kebangsaan yang sering diujikan adalah :
(1)     Tes tentang UUD 1945 dan Pancasila
(2)     Tes tentang sejarah Indonesia, khususnya masa kemerdekaan
(3)     Tes tentang tata negara, misalnya fungsi dan kedudukan dari MPR, DPR, BPK dll
(4)     Tes tentang wawasan nusantara dan kewarganegaraan
(5)     Tes tentang kebijakan pemerintah terkini
(6)     Tes tentang informasi populer terkini dan pengetahuan umum

Jika kita melihat materi diatas materi dari nomer 1 hingga 4 adalah materi tetap, artinya materi yang selalu sama dan tidak akan berubah dan soal-soalnya pun bisa dengan mudah kita prediksi. Kuncinya adalah anda harus paham dan hafal benar dengan materi dari nomer 1 hingga 4 dan ini bisa anda pelajari dari berbagai buku pelajaran baik di SMP maupun SMA.
Sedangkan untuk materi Tes nomer 5 dan 6 anda harus memiliki wawasan yang lebih luas, banyak membaca berita baik di televisi maupun koran dan majalah adalah salah satu caranya, tentu saja yang anda baca adalah seputar kebijakan pemerintah terbaru. Contohnya tentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Tes Wawasan Kebangsaan dalam Materi Tes Kemampuan Dasar IPDN 2013 ini mendapat porsi 20%. Saya yakin tentu akan sangat melelahkan sekali untuk menguasai dan menghafalkan materi yang begitu banyak.
Namun itulah kuncinya, semakin anda menguasai banyak materi tentu saja kesempatan anda mengungguli calon peserta lainnya akan semakin besar. Ada pepatah mengatakan Pengalaman adalah guru yang terbaik. Jika anda pernah mengerjakan soal yang sama, maka biasanya instruksi pengerjaannya pun sama dan tidak jarang trik pengerjaannya pun sama. Artinya anda sudah maju satu langkah dibandingkan para peserta lainnya.

Dengan banyak berlatih mengerjakan soal maka anda tidak perlu lagi payah-payah memahami cara mengerjakan soal dengan materi yang sama.